Catatan 7 Tahun Pernikahan

Dalam perjalanan pernikahan, ada fase-fase kehidupan yang di lalui oleh kedua pasangan.. mulai dari fase mengenal pasangan satu sama lain (yang mungkin akan terus berlangsung seumur hidup). kemudian akan ada masa nya kita saling menuntut Pasangan untuk menjadi yang kita inginkan. Mungkin dimasa-masa ini lah kita melihat banyak kekurangan dari pasangan kita, dan kita sadar bahwa pasangan kita tidak se-“sempurna” ekspektasi kita sebelum berumah-tangga.

Di fase ini lah mungkin kita merasa level kebahagiaan kita ditentukan. Utuh atau retaknya rumah tangga, karena tuntutan pasangan yang :
1. Terlalu banyak, sehingga pasangan lainnya tertekan.
2. Tidak dapat dipenuhi oleh suami/istri.

Entah berapa lama fase pernikahan ini berlangsung, yang bisa jadi akan berlanjut ke fase berikutnya, atau malah tidak dapat dipertahankan.

Yang terakhir adalah fase dimana kita bisa / terbiasa memahami pasangan kita. Ini adalah masa dimana kita sudah mulai paham bahwa pasangan kita tidak selamanya bisa memenuhi semua ekspektasi kita dan tidak akan pernah bisa. Yang perlu kita lakukan adalah menyadari bahwa semua orang hidup dengan habit, karakter, tabiat yang berbeda dan kita tidak bisa memaksakan kehendak pada pasangan kita. Kita mulai memahami bahwa dibandingkan menuntut pasangan kita melakukan yang kita mau, lebih baik mengubah cara pandang kita terhadap pasangan.
Apabila ada hal yang kt ingin ubah ke pasangan kita, sedari awal kita sudah harus menyadari bahwa akan ada resiko penolakan terhadap tuntutan kita dan proses perubahan pasangan tidak selalu berlangsung cepat. Dengan kita membuka ruang toleransi di dalam diri kita untuk pasangan, maka level ekspektasi kita jg tidak terlalu tinggi. Orang yang sulit bahagia dalam pernikahan biasanya karena ekspektasinya terhadap pasangan terlalu tinggi.

Pertanyaan berikutnya… Apakah tahapan ini dilalui dengan masa yang sama oleh kedua pasangan…?

Tentu tidak. Kadang suami masih pada fase menuntut ini itu istri, padahal istri sudah pada tahap memahami sang suami. Atau sebaliknya.

Jadi, kita sudah sampe di fase yang mana… ?

—–


Hal yang kadang suka gw renungin adalah; Kadang di pekerjaan, gw bisa menjadi orang yg “amat baik”, hampir ga pernah ngomel, marahin orang, bisa sabar dengerin rekan kerja yang cerewet, bisa bersikap biasa aja sama orang yang “ga suka” sama gw.

Tp ketika sampe rumah, kadang gw gabisa sebaik di luar. Masih suka marahin anak, belum jadi pendengar yang baik buat anak dan istri, masih kurang sabar menghadapi tingkah anak-anak dan istri yang kadang kayak anak-anak :D.

Mungkin gw merasa ketika gw di rumah, semua berada d bawah kepemilikan gw, jd bebas mau ngapain aja. Gw suka lupa kalau anak-anak dan istri juga titipan Allah, bukan punya gw. Mereka juga punya hak untuk diperlakukan dengan baik, untuk di-didik dengan baik, untuk di prioritaskan melebihi orang di luar sana.
Kalo di luar gw bisa memperlakukan orang lain dengan baik, maka seharusnya gw juga bisa bersikap sama di dalam rumah, bahkan lebih baik lagi. Karena buat orang di luar, mungkin gw tidak cukup spesial, tapi buat istri dan anak-anak, gw adalah dunia nya mereka, sebagaimana mereka juga dunia (dan akhirat) gw. Dan gw adalah salah satu sumber pengetahuannya mereka.

Gw adalah tempat buat anak-anak bisa pamer semua yang mereka lakukan saat gw ga ada. Kadang gw ga sadar ketika mereka habis belajar sesuatu, pencapaian mereka menjadi ga ada artinya kalau ga dapat apresiasi apa-apa dari gw.

Kalau sekarang ini, mereka kurang apresiasi dari ayahnya, maka jangan heran kalau di masa depan mereka jadi orang yang cari perhatian ke orang lain, ke sosmed, dsb. Na’udzubillaah….

Semoga masih ada waktu untuk memperbaiki diri gw untuk bisa jadi suami dan ayah yang baik untuk keluarga. Aamiin YRA


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s