Catatan 240815-240816

3 tahun…

Jika di flashback ke tahun pertama pernikahan, atau bahkan sebelum kita menikah, betapa jauh lebih dewasanya kita saat ini ( meskipun ngambek-ngambekannya teteup.. πŸ˜€ ) dan betapa alaynya kita dulu, hahaha…
image

Di tahun ketiga inilah Tuhan memperlihatkan apa itu cinta yang sebenar-benarnya cinta dan yang setulus-tulusnya cinta. Cinta yang tanpa pamrih, cinta tanpa ketertarikan fisik, cinta tanpa diawali rasa simpati/ kagum kepada manusia, cinta tanpa kepentingan apapun, cinta yang benar-benar murni karena kesyukuran. Yap, dengan bertumbuhnya Fatta dan hadirnya Fikratuha dalam hidup kita benar-benar mendefinisikan cinta yang sebenarnya.

Bagaimana mungkin kita tidak bersyukur, ditengah banyaknya pasangan yang menantikan kehadiran buah hati sekian tahun menikah, Tuhan mempercayakan pada kita dalam waktu 3 tahun, 2 makhlukNya untuk kita besarkan.

Maka nikmat dan ujian pun melebur jadi satu… Hari-hari terlalui dengan pertunjukan drama setiap harinya, setiap malamnya. Seiring makin cerdasnya anak kita, kemauannya yang beragam dan keinginannya untuk selalu diperhatikan membuat tingkat kewarasan (istilah kamu) kita naik turun. Maka kadang kita berdua menjadi antagonis terhadap anak kita, dan di saat-saat ketika drama selesai, maka betapa kita menyesali peran yang kita lakukan sebagai orang tua…

Maka nikmat dan ujianpun melebur… Tiap harinya ada saja kelakuan-kelakuan anak kita yang membuat kita tersenyum dan menyadarkan betapa sayangnya kita kepada mereka.. Mulai dari sang Kakak yang sudah bisa mempraktekan sholat, memperagakan baca quran, meniru muka jelek ayahnya, menari-nari, sampai menjaga adiknya. Si adikpun berhenti merengek jika melihat kakaknya…

Maka nikmat dan ujianpun melebur jadi satu… Setelah adik lahir, Ada masa dimana ayah sedih karena yang biasanya Kakak hampir tiap malam mau di ‘kelonin’ sama Ayah, tapi setelah beberapa waktu berpisah jarak, Kakak pun kembali ke pelukan ibunya (ya gapapa juga sih) dan ga mau lagi tidur di kelonin ayahnya. Tapi kemudian keadaan berbalik, si adik yang tadinya tidak pernah di kelonin sama ayah, sekarang justru lebih mudah ditangani oleh ayahnya. Bahkan Si Ibu sempat terlihat sampai pada level ‘depresi’ dengan kelakuan si adik… Entah berapa liter air mata yang keluar saat drama episode ini..

Dan berbagai drama-drama lainnya mulai dari menyaksikan hebatnya ibu urus 2 bayi sampe rempong-rempongnya jalan-jalan naik motor berempatan.

Lihatlah, betapa semua keseruan drama itu terjadi dalam waktu yang sangat cepat. Kita dipaksa belajar, menjadi lebih dewasa, belajar menjadi lebih sabar, belajar menjadi lebih kuat. Dan itu semua berkat anak-anak kita.

Kadang orang lain memberikan pujian kepada ku, menganggap aku adalah ayah yang keren dengan segala kelebihan-kelebihan yang mereka lihat dari luar (ini gw pede banget sih nulis kayak gini). Padahal kenyataannya aku sangat jauh dari itu, bahkan aku masih suka bikin kamu ngambek because of my bad habit. Maka pujian orang lain pun tidak bermakna, karena kamu dan anak-anak lah yang merasakan bahagia atau tidaknya saat bersama diriku. Tolong jangan bosen ingetin aku yaa…

Semoga kamu tetap berlapang dada atas kehidupan sederhana kita, terus bersabar atas ribuan kekurangan suami, dan selalu bersyukur atas sedikit kelebihan yang aku punya. Semoga rasa syukur atas 1-2 kelebihan bisa menutupi ribuan kekurangan dari pasanganmu.

Dulu, sebelum nikah aku pernah bilang kalo mungkin setelah nikah level ujian kita akan berpuluh-puluh kali lipat lebih berat. InsyaAllah kita mulai ngerasain hal itu, maka tetap saling menguatkan ya.. Gimana caranya? Dengan menjaga cinta kita… karena ternyata cintalah yang menguatkan aku… dan kamu…

*Di tulis sambil dengerin lagu Anji, -Ternyata Cinta πŸ˜€

#veryLatepost

w/Love, Syah Reza -UrZ

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s