Mengapa Penumpang Pesawat tidak dapat Check In 30 menit Menjelang Keberangkatan?

Dear Super Readers,

Beberapa hari lalu di media sosial, saya menemukan video  penumpang salah satu maskapai domestik yang marah-marah karena ditolak check in 30 menit sebelum keberangkatan. Mereka komplain dengan membawa-bawa Mafia Calo tiket dsb. Kemudian adalagi yang membela diri, “jika pesawat masih didarat mengapa kita boleh berangkat?”

Dari video tsb saya rasa penting untuk menjelaskan bahwa ketentuan Check in Counter Closed 30 menit sebelum keberangkatan itu memang sudah ketentuan Airline pada umumnya. Jadi kurang elok rasanya jika ada yang menyalahkan Mafia Bandara, Calo Tiket, atau bahkan Konspirasi Zionis. :))

Pertanyaannya adalah… Mengapa harus 30 menit sebelum keberangkatan?

Penghitungan Loadsheet

Perlu dipahami bahwa naik pesawat itu tidak seperti naik angkutan umum yang bisa di Stop di tengah jalan atau “ngetem” nunggu penumpang penuh. Orang-orang yang mau naik pesawat ini punya harapan penuh bahwa ia akan tiba dengan selamat.

Untuk memenuhi aspek keselamatan, maka Airline harus memastikan bahwa pesawat dapat terbang dengan berat yang seimbang sesuai dengan ketentuan dari Pabrikan dan sistem pesawat.

Maka dibutuhkan penghitungan keseimbangan berat pesawat (Loadsheet) agar dapat take off dan landing dengan aman dan nyaman. Kesalahan penghitungan mengenai Keseimbangan pesawat, akan berpotensi menyebabkan insiden karena pesawat terlalu berat ke depan ataupun ke belakang.

Karena penghitungan ini membutuhkan waktu dan kepastian jumlah penumpang dan Bagasi, maka setidaknya 30 menit sebelum pesawat berangkat, check in counter sudah harus di tutup. Dengan begitu, nominal jumlah penumpang dan Jumlah Bagasi dapat segera diinformasikan ke Loadsheeter (Petugas yang membuat Loadsheet) untuk kemudian di proses agar tata letaknya sesuai dengan keseimbangan pesawat.

Menghindari Delay

-Perlu dipahami sebelumnya bahwa standard Boarding menuju ke pesawat ialah 20 menit sebelum keberangkatan.-

Sekarang, Coba anda bayangkan jika penumpang baru melapor ke counter check in kurang dari 30 menit sebelum pesawat terbang, kemudian dia masih harus membayar kelebihan bagasi, atau di dalam bagasinya ada barang-barang yang dilarang masuk kedalam pesawat sehingga harus dibongkar terlebih dahulu. Belum lagi ia harus diperiksa oleh Avsec bandara dengan mencopot ikat pinggang, jam, dompet, HP dsb guna memenuhi aspek keamanan. Setelah pemeriksaan, ia harus memasang aksesorisnya kembali. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk itu semua, dan bayangkan jika tidak hanya satu penumpang melainkan beberapa penumpang. Maka hal ini akan menyebabkan delay dan mengorbankan penumpang yang sudah datang tepat waktu. Belum lagi jika penumpang last minute tsb dalam kondisi hamil/ sakit yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Untuk Bandara-bandara besar seperti Cengkareng, Makassar, Medan, Surabaya, Balikpapan, Denpasar dan Jayapura, akan sangat sulit mengurus Slot Time (bahasa umumnya: nomor antrian untuk terbang) mengingat traffic di Bandara-bandara tsb yang sangat padat. apabila pesawat delay sedikit saja, maka akan berpotensi menjadi delay yang berkepanjangan mengingat Pesawat-pesawat lainnya sudah mengantri untuk Take off.

Sama hal nya seperti pergi kedokter, apabila kita sudah memesan nomor antrian dan kita terlambat datang ke RS karena satu dan lain hal, maka pasien lain akan dipanggil terlebih dahulu. Bagaimana dengan kita? Tergantung dari kebijakan RS bukan? Kurang lebih seperti itu.

Maka, tidak mungkin maskapai menunggu 1-2 orang yang datang terlambat dengan mengorbankan puluhan penumpang yang sudah tiba tepat waktu dengan berbagai kesibukannya masing-masing.

Itulah mengapa, pada tiket tertera informasi kapan waktu harus check in terakhir (Last Check in) guna menginformasikan kepada penumpang agar tidak lapor lebih dari jam yang sudah ditentukan.

Menjadi Penumpang Cerdas dan Bijak

Saya harap, sedikit uraian diatas dapat mencerahkan para penumpang maskapai. Alangkah baiknya apabila kita bisa jadi penumpang yang bijak dengan hadir lebih awal ke Bandara, setidaknya 1jam sebelum berangkat kita sudah berada di Bandara.

Atau jika memang waktu 1 jam dirasa masih terlalu lama, Jadilah penumpang yang cerdas dengan memanfaatkan Check in Online yang biasanya ada di web/aplikasi beberapa maskapai. Sehingga meskipun anda datang 30 menit sebelum pesawat berangkat, anda tidak akan ditolak oleh maskapai.

Secara Pribadi, meskipun saya merupakan personell maskapai dan sudah melakukan check in online, saya tetap mengusahakan hadir di Bandara 1 jam sebelum keberangkatan. Hal ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak terduga seperti perpindahan Boarding Gate, overbooking penumpang, dsb.

Demikian dan Have a Nice Flight…

IMG_20140914_142928

 

 

Advertisements

One thought on “Mengapa Penumpang Pesawat tidak dapat Check In 30 menit Menjelang Keberangkatan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s