Membahas Komplain Penumpang yang Dua Kali Gagal Mendarat

Dear All,

Kali ini saya coba sedikit membahas mengenai Peristiwa yang sempat di unggah di media sosial mengenai gagal mendaratnya Pesawat Singa Terbang (ST).

complain

Dari status Facebook tsb, saya menduga yang terjadi adalah kondisi cuaca buruk di Lampung dan dari keluhan tsb pula saya dapat menganalisis beberapa hal sbb;

Perlu diketahui bahwa sebelum Pilot melakukan penerbangan, ia akan di briefing oleh seorang FOO (Flight Dispatcher) mengenai rencana penerbangan, kondisi cuaca baik di Origin maupun Destinasi, kondisi operasional Bandara baik di Origin maupun Destinasi, dsb. Maka, Pilot seharusnya dapat mengetahui kondisi cuaca di tempat tujuan. Maka apabila memang penyebabnya karena kondisi cuaca, ada beberapa kemungkinan yang terjadi:

a. Kondisi cuaca di Destinasi memang buruk, namun masi berada diatas standar penerbangan (above minima) sehingga Pilot confidence untuk berangkat dan hal ini sesuai dengan prosedur. Ketika ditempat tujuan, cuaca kembali drop sehingga tidak memenuhi standar visual untuk landing (below minima). Alhasil, Pilot memutuskan tidak jadi mendarat dan kembali ke Bandara Awal.

b. Kondisi Cuaca buruk, namun Pilot tetap “nekat” berangkat dengan harapan ketika sudah mendekati tempat tujuan, kondisi cuaca membaik. Namun kenyataannya Cuaca tidak kunjung membaik dan Pilot memutuskan kembali ke Bandara Awal.

Hal yang dikhawatirkan adalah, ketika Pilot sudah mengetahui bahwa keadaan cuaca di Destinasi buruk, Pilot nekat terbang dan nekat mencoba mendarat padahal jarak pandang tidak memungkinkan untuk Landing. Hal ini melanggar prosedur Safety dalam penerbangan karena berpotensi membahayakan keselamatan penumpang.

Tidak sedikit penumpang yang complain; “Maskapai A bisa mendarat, kok Maskapai B tidak bisa”, padahal bisa jadi maskapai A ini mendarat dengan berbagai alasan, antara nekat, kehabisan fuel (lebih tepat irit fuel), atau secara actual landasan sedikit terlihat walaupun jarak pandang masih dibawah standar.

Mengenai Guncangan, setiap maskapai baik yang biru, merah, atau merah-biru sekalipun, apabila dalam kondisi cuaca buruk, sangat mungkin mengalami turbulance (guncangan). Walaupun sering naik pesawat, Beberapa kali tangan saya dingin karena guncangan yang cukup hebat. Kecakapan Pilot dan Kondisi pesawat yang prima dapat meminimalisasi guncangan yang kita alami.

Demikian yang dapat saya analisa dari kondisi di atas. Perlu diketahui bahwa yang saya sampaikan tidak mewakili instansi/perusahaan manapun dan tidak bermaksud menjatuhkan maskapai manapun. Semoga bermanfaat dan dapat sedikit mencerahkan. Apabila ada diskusi untuk perbaikan, silahkan tulis di kolom komentar.

Salam.

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s