Catatan perjalanan 240814-230915

20150904_055753

2 Tahun…

Ga terasa, There are so many thing that happened selama resmi menjadi suami Izzah Robbaniyah. Udah banyak hal yang kita rasain bersama. campur aduk. mulai dari bete, seneng, sedih, ngambek, nangis-nangis, ketawa-ketawa. Dan semakin berasa dua tahun ini semua tabiat dan habit ga bisa tertutupi lagi. Dan makin berasa istri gw ini sensitif banget. Saking gw pusingnya mikirin istri yang suka ngambek, gw beli aja celengan bebek, setiap dia ngambek gara-gara gw, masukin uang 50 ribu ke celengan. Lumayanlah hasilnya sebulan. Hahaha.. tapi sekarang tuh celengan udah numpuk ama mainan anak gw, karena istri gw sekarang udah lumayan jarang ngambeknya. šŸ˜€

Seminggu setelah gw nulis catatan setahun kita di sini, tepatnya tanggal 30 Agustus 2014, lahirlah seorang bayi mungil berjenis kelamin perempuan. And The Process is Really “Amazing”. Melihat dan mendampingi istri di detik-detik kelahiran putri pertama. Betapa seorang suami harus kuat mensupport istrinya, bahkan dalam titik dimana ia sangat cemas. Beberapa hari sebelum proses lahiran, gw sempet konsul dengan teman yang juga mendampingi istrinya di detik-detik persalinan. Dan dia bilang, bayi nya keluar ga sampe lima menit. Itu karena si istri sudah pembukaan 10. Jadi si dokter tinggal nunggu bayinya keluar.

Pengalaman dia berbeda jauh dengan yang terjadi ama istri gw. Butuh waktu setengah jam dari proses persalinan hingga bayinya keluar. Dan ketika adzan zuhur berkumandang pukul 11.55 waktu indonesia bagian kalideres, lahirlah bayi putih bersih dengan sedikit tanda lahir di pipi yang membuat dirinya makin cantik. Bayi tanpa nama… karena gw bingung mau kasi nama siapa… Alhamdulillah istri sehat, anak sehat.. Tinggal gue nya yang lemes.

Setelah semua proses persalinan selesai. Gw pamit dari bidan ke rumah untuk mandi, bersih-bersih, ambil barang-barang yang dibutuhin istri dan sebagainya. Sampe di rumah, gw duduk.Lemes.Bengong.Bingung. Ga senang, tapi juga Ga sedih. Apa cuma gw ya suami yang selebay ini. Takjub dengan Proses yang Tuhan buat untuk menjaga agar manusia ga punah.

Dan hari-hari terlalui dengan sendirinya.. Tumbuhlah si bayi dengan nama Fattana Syahira Syaiz menjadi anak cantik, cerdas, lucu, shalihah yang ga bisa diem. Genap sudah 1 tahun usianya di tanggal 30 Agustus kemarin. Kadang suka iri sama istri karena dia bisa nyaksiin langsung tiap hari dan tiap jamnya perkembangan anak mulai dari guling-guling sampe bisa ngelangkah. Dan sekarang Fatta udah bisa Nangis kalo ditinggal kerja bokapnya.

Setahun setelah kita memiliki anak, semakin sulit pula untuk kita mencari dan mencuri waktu berdua saja seperti dulu. Pergi ke warung makan tengah malam, main ice skating, malam mingguan dsb. Namun betapa kita masih harus sangat-sangat bersyukur, karena teramat banyak orang yang berusaha memiliki anak, namun Allah belum memberinya.

Sampailah hari dimana gw harus terbang ke Luwuk, menjadi tukang jagain pesawat plat merah Indonesia. Untuk Istriku, Terima kasih ya… karena kamu mau ikut terbang lintas pulau mengawali hidup dengan bermukim di kampung orang. Menjadi Keluarga kecil yang harus Mengenal budaya dan bahasa baru. Mengenal teman-teman baru dan tempat-tempat baru. Anak kita pun menjadi bayi petualang yang sudah mondar-mandir Luwuk-Jakarta-Luwuk. Meskipun selalu ada sisi pahit tinggal di kota kecil dan jauh dari keluarga besar, bersyukurlah karena kita tinggal di kota kecil yang nyaman, aman, tentram. Kota yang memiliki keindahan alam luar biasa beserta keramahan penduduknya. Yaa.. di kota ini kita menjalin “hiruk pikuknya” rumah tangga bersama fatta.

Berbagai tempat indah sudah kita kunjungi 2 tahun ini. Masih ingat saat dulu istri pernah bilang pengen kesini, pengen kesitu.. Yaa sebagai laki-laki gw merasa tertantang untuk mewujudkan keinginan istri. Dulu dia bilang “mau ke padang”, alhamdulillah Agustus kemarin kita ke Padang, lebih tepatnya Bukittinggi, tempat yang sangat sejuk. Kemudian mau ke Pulau Togean, Alhamdulillah kemarin dapat kesempatan dan diperbolehkan membawa istri ke Togean, Tempat impian para traveller. Ada teman yang bilang gw suami yang hebat.. padahal bukan. Gw cuma menjadi perantara antara doa istri dengan Yang Maha Mengabulkan. Tuhan punya banyak cara untuk memberi kebahagiaan. Gw sebagai manusia yang punya tekad bahagiain istri cuma bisa berterima kasih sama Allah swt dan Boss gw tentunya yang nyuruh ngajak istri ke Togean. Hehe… Masih banyak list daerah-daerah yang harus gw kunjungi bersama istri. Semoga ada kesempatan mewujudkan mimpi-mimpinya.

bolilanga

Dan hal yang paling wow di 2 tahun pernikahan kita adalah, Gw kembali menghamili istri. Alhamdulillaah.. Umur gw baru 25 tahun, Anak udah mau 2 aja. Rezeki dari Allah memang ga pernah di sangka-sangka dan kadang bikin bingung. hehe..

Yah begitulah 2 tahun pernikahan kita, dan tulisan ini hanya sekilas dari semua pehit getir canda tawa yang terjadi selama ini. Btw, Agar bisa nulis tulisan kayak gini, butuh suasana hati dan waktu yang pass. suasana lagi oke tp waktunya ga memungkinkan, kadang waktunya ada tapi suasananya lagi ga oke. jadilah baru hari ini catatan perjalanannya gw buat. Kebetulan momennya pas dengan hari lahir gw sebentar lagi.

Terakhir, visi pernikahan gw adalah, gw pengen membangun rumah tangga yang bisa jadi teladan untuk untuk keluarga-keluarga lainnya dan untuk orang-orang di sekitar kita. Semoga kita bisa terus menjadi keluarga seperti itu yaa istriku..

w/love, your husband 220915

Advertisements

2 thoughts on “Catatan perjalanan 240814-230915

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s