Mengokohkan, menyesuaikan dan selalu mengevaluasi visi misi keluarga

assalamualaikum

alhamdulillah segala puji untuk Mu Ya Rabb..shalawat dan salam u Rasul Mu.

para bunda..selamat siaaang..

bagaimana kabar tugas? sudah terbaca patternnya?

saya bukan juri heheheh ga akan saya nilai . karena saya jg sedang belajar konsisten dan bersabar menghadapi proses.

Saya kisahkan sedikit mengapa mengokohkan, menyesuaikan dan selalu mengevaluasi visi misi keluarga dalam pattern satuan waktu itu penting menjadi modal awal antimatigaya beraktivitas yaa..bukan berhenti pada contoh gebyar ragam macam aktivitas. ini masuk ke bagian “ruh”nya.

Saat awal homeschooling, anak anak saya usia 5 dan 3 tahun saya memakai sistem pattern: harian, dan pekanan.

ma sa lah nyaaaa adalah setelah waktu berjalan  saya kehilangan konsistensi dan kesabaran berproses bersama yang penting itu.

saya sibuk dengan dunia sosial saya di facebook, saya mengharapkan anak anak bisa mandiri dengan cepat sementara saya sibuk upload aktivitas mereka dan menikmati apresiasinya. saya hanya mencari banyak variasi aktivitas saja, yang sepertinya penuh warna dan menyenangkan.

…hingga semakin lama ajakan mereka u belajar, bertualang dan bermain bersama saya anggap gangguan. saya lupa visi misi yg kami perjuangkan.

saya gampang marah, dan mulai tak peka. saya biarkan mereka juga sibuk dengan komputer atau laptop. tanpa pendampingan. saya beralasan.. ini sekarang  unschooling kan…

buku buku tergeletak tak terbacakan jelang tidur atau saat santai..hafalan AlQuran dan belajar shiroh tak rutin lagi.

kemudian saya memetik hasilnya… akhirnya anak anak sekolah. anak sulung saya tak pernah lagi meminta bermain bersama. “udah di sekolah”  katanya dingin..dan saat tak ada laptop atau game hp dia seperti bingung mau ngapain. dia tak terlalu suka lagi membaca panjang, cek hafalan dia rasakan bagai siksaan. dia tak peka.terhadap aktivitas kerumahtanggaan saat saya butuh bantuan…dan efek penolakan  saya dulu seperti dipantulkan.

saya harus jujur tentang ini.

bitter, it is..

semoga menjadi pengingat agat saya tak mengulanginya lagi.

saya memulai dari awal..apa yg pernah kami jadikan pola bersama. Dengan keras saya coba ulangi. saya belajar lagi. Setumpuk materi lama yg ternyata hanya singgah di memori, bukan di hati.

dari pendekatan Charlotte Masson : Masterly inactivity..bagaimana membuat jejak d otak agar instruksi tak harus selalu berulang tiap hari.

hingga kemudian bertemu materi2 Parenting Nabawiyah..kemuliaan cara Rasulullah mengajar anak anak..

saya dan suami sedang dan semoga selalu berusaha mengingat visi dan misi keluarga..memperbaiki kualitas iman dan ilmu..memperindah sikap pada anak anak, memilih kata, meniadakan teriakan, memperbanyak senyum dan pelukan..berusaha mendengarkan..menatap mata mereka alih alih layar..dan menyebutkan nama mereka dalam doa yg lirih maupun yang bisa mereka dengarkan..dan kini.. mematuhi lagi pattern harian.

astaghfirullahu.

tiada yg saya harapkan kecuali hikmah bagi kita.
kerepotan membersamai mereka, anak anak itu, sungguh hanya sementara.

sementara..

mereka akan pergi meninggalkan kita..memperjuangkan visi misi hidup yg kita tanamkan..cita cita besar yang sedikit demi sedikit kita tumbuhkan..dan bisa jadi meneruskan, mengulang apa apa yg kita teladankan..

dan kemudian pada saatnya Allah Meminta pertanggungjawaban kita sebagai orangtua.

barokallahu fiik

#menyusutiairmata.
Depok 3 Sept 2015

Wassalamualaikum
Desya Maharani

*Copy to Grup Whatsapp Sahabat Ayah*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s