minggu pertama ramadhan…

minggu pertama ramadhan

huaah, awal ramadhan ini saya awali dengan hal yang tidak pernah saya duga sebelumnya. akhirnya menuliskan sebuah pengakuan diri tentang hal yang sifatnya sensitif. akhirnya saya menyatakan sebuah frasa tentang …. ah, tidak perlu diteruskan. hanya saja saya berpikir saat itu adalah saat yang sudah cukup tepat untuk menyatakannya, karena belum tentu pernyataan itu akan terulang kepada makhluk yang sama. dan tidak mungkin pula mengintip lauhul mahfuz untuk melihat garis hidup. #paragraf ga jelas.^^

minggu pertama ramadhan

memberikan materi untuk sebuah pekerjaan yang saya sendiri belum pernah mengalaminya. manajemen emosi dan speaking manajemen untuk para teman-teman komisi disiplin Jurusan. yah, tugas menjadi komisi disiplin adalah tugas yang mulia, jika dikerjakan dengan niat yang lurus, pemahaman yang benar, dan cara yang tepat. selama ini tidak ada kesempatan bagi saya untuk mengambil pekerjaan itu, padahal tampang cukup mendukung :P. hmm.. saya hanya bisa berucap terimakasih kepada mereka atas kesempatan yang telah diberikan

minggu pertama ramadhan

menghadapi UAS semester pendek, dengan bahan yang sebenarnya tidak saya mengerti, maklum menjelang UAS sudah 2x bolos kuliah karena harus ikut pelatihan fasilitator, dan 2x mengalami kantuk yang teramat sangat saat masuk kuliah. Alhasil, lagi-lagi di H-1 hanya mengandalkan bank soal dan teman-teman kelas untuk belajar. Nilai yang keluarpun dibawah target, namun lumayanlah bisa ningkatin IPK. Thanks friends, makasi yah bpk/ibu dosen^^, maav klo sering nakal.

minggu pertama ramadhan

dua-tiga hari topik anak-anak di kosan menjelang jam 00.00 adalah kekuasaan. hari-hari itu penuh dengan konspirasi, perdebatan, hal-hal yang membingungkan, dan problema dilema. padahal para calon penguasa yang dibicarakan tidak tinggal di kosan, tapi memang tempat ini telah lama menjadi markas “para pembesar” meski tidak ada penguasa disana.. tidak tahu sampai kapan ini semua akan berakhir karena PEMIRA kampus saja belum dimulai. pertanyaan-pertanyaan yang berisi pilihan-pilihan pahit juga belum terjawab karena sejatinya kekuasaan bukan untuk dipermainkan, tapi untuk dipertanggungjawabkan..

minggu pertama ramadhan

Mengalami kecelakaan pertama dengan sepeda motor. motor yang saya kendarai rem-nya sangat tidak pakem (motor pinjaman). Alhasil, ketika ada seorang mahasiswa baru menyebrang jalan sambil meleng, motor ini hampir saja menabraknya. untuk 0, sekian detik saya aman. tapi, gubrak…. motor yang saya kendarai ditabrak oleh pengendara yang ada dibelakang saya. terdoronglah saya hingga akhirnya menabrak mahasiswa baru tersebut. Korban tidak bisa berdiri, akhirnya kami(saya dan para tukang ojek yang kebetulan mangkal) menggotong korban ke tepi jalan. cek dan ricek, ternyata kaki korban memar dan dengkul korban sakit. pengemudi yang menabrak saya pun menyatakan diri bahwa ia tidak salah kemudian langsung kabur. jadilah ia bahan omongan para tukang ojeg, dan saya? alhamdulillah tidak ada yang menyalahkan.haha.. ketika ingin membawa maba tersebut ke puskesmas terdekat, para tukang ojeg bilang “udah dek, kita aja yang urus..” wew, alhamdulillah tuh tukang ojeg baek bener…

minggu pertama ramadhan

menjadi imam tarawih di mushalla dekat Kosan. seperti biasa setiap tahun para penghuni kosan seringkali dipanggil untuk menjadi imam tarawih dan memberi ceramah umum di mushalla UswHas. Sejujurnya, mengisi ceramah dihadapan ibu-ibu dan bapak-bapak yang umurnya sudah tua, memiliki kesulitan tersendiri. karena kita mahasiswa, kita terbiasa dengan bahasa-bahasa yang sulit dimengerti. sepuluh menit sebelum isya saya benar-benar belum melakukan persiapan untuk ceramah, masih bingung apa tema yang pas untuk ceramah. tapi, diperjalanan saya teringat dengan teman saya yang ayahnya baru saja meninggal. jadilah “dzikrul maut” mengisi otak saya untuk kemudian disampaikan kepada jamaah mushalla. lumayanlah dengan sedikit lelucon-lelucon garing, minimal jamaah tidak tidur saat ceramah berlangsung.

minggu pertama ramadhan

minggu pertama ramadhan diakhiri dengan statement kakak saya. oiya, hari ini keponakan saya genap berusia 6 tahun, dan kami akan berbuka puasa bersama sebagai bentuk syukuran si bocah… back to statement, kakak saya tiba-tiba saja bilang…” syah, kalo nanti sore ada yang mau dikenalin, ajak aja..”, dahi saya pun spontan berkerut, “maksudnya?” tanya saya.. kakak saya pun mengulangi lagi.. ” iya kali aja ada yang mau di ajak wat dikenalin ama kita-kita (bc:keluarga)…”
weweweweew,, oh God, lumayan kaget dengan pernyataan itu, rasa-rasanya slama ini saya termasuk pintar menata emosi,  tidak pernah terlihat jatuh cint*, kenapa tiba-tiba ia bilang begitu.. heeuuhh.. dalam hati saya hanya bisa bilang :katakan itu beberapa tahun lagi, dan saya akan membawa bidadari kepada kalian *cieeee,haha

hidup ini, tentang kejutan dan pilihan.. saya menunggu kejutan-kejutan diminggu berikutnya.. Ramadhanku, kian bersemi di hati..
wallahualam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s