evaluasi paruh tahun Koordinator Bidang Kaderisasi dan Politik BEM FMIPA UI 2011


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

A.    Pendahuluan
“Organisasi dapat dilahirkan, tumbuh, melewati masa kanak-kanak, remaja dan menjadi tua. Organisasi juga bisa menjadi sakit, lumpuh, tidak berdaya, dan akhirnya mati. Organisasi yang mati tinggal dalam kenangan dan menghapuskan harapan-harapan. Organisasi yang lumpuh, ia tetap hidup, tetapi tidak mampu merespons apa-apa.Sedangkan organisasi yang hidup bergerak memacu harapan-harapan.”
Rhenald Kasali, Re-Code your Change DNA
Segala puji bagi Allah yang senantiasa terus menerus memberi nikmat dan perhatianNya kepada kita, hingga sampai detik ini kita tidak kekurangan sesuatu apapun. Semoga kita termasuk orang-orang yang bersyukur atas nikmat-Nya. Shalawat dan salam akan terus tercurah dari seorang pemimpin yang kepemimpinannya dijadikan rujukan sepanjang masa, Nabi Muhammad saw, beserta para keluarga,sahabat, dan umatnya yang terus berusaha menyambung risalahnya hingga akhir zaman.
Menjadi bagian dari BEM FMIPA UI 2011 merupakan sebuah nikmat yang Tuhan berikan pada saya karena disana saya mendapati orang-orang yang memang ‘super’, orang-orang yang memang expert dan berkualitas dalam bidangnya. Kalo bisa di bilang, kita ini bagaikan pecahan berlian yang mencar sebelum adanya BEM, kemudian wadah ini menyatukan kita semua menjadi berlian yang utuh..
Nah, biasanya, kualitas dari sebongkah berlian dapat berkurang. Hal ini terjadi ketika berlian tersebut tidak cukup memiliki rigiditas (kerapatan) yang besar sehingga ketika ada gesekan dari luar, maupun ada pengotor yang masuk menempati rongga dalam berlian tersebut. Lantas, apakah BEMFMIPA UI 2011 memiliki kekurangan layaknya berlian yang terkena gesekan-gesekan? Tentu saja. Namun, sejauh mana gesekan ataupun pengotor tersebut dapat menurunkan kualitas dari BEM “berlian” FMIPA UI 2011? Itulah yang nantinya akan di paparkan oleh saya dan PIBPH BEM lainnya.
*intro diatas asal lewat, tapi mantep juga… 😀
               
B.     Evaluasi
1.   Evaluasi Diri
Tidak ada hal yang sempurna didunia ini, termasuk diri saya pribadi. Dalam menjalankan amanah saya, banyak hal-hal yang menjadi catatan bagi saya. 6 bulan pertama menjalankan amanah sebagai Korbid Kaderisasi dan Politik, dalam hal koordinasi dengan dua Kadep yang saya bawahi, bisa dibilang sudah sampai pada tahap baik. Artinya, tidak ada kadep yang mengeluh terkait dengan komunikasi yang dilakukan selama ini. Dua orang kadep dibawah saya adalah orang yang sibuk, amanah organisasi yang mereka emban bukan hanya sebagai BPH di BEM, namun masih ada amanah lainnya. Namun, kedewasaan dan kematangan mereka dalam mengorganisasikan waktu mereka membuat kesibukan mereka semua seolah-olah tidak menjadi hambatan dalam melakukan koordinasi satu sama lain.
Hal yang menjadi evaluasi besar di 6bulan pertama ini ialah kesibukan kuliah saya yang sangat-sangat menyita waktu. Mata kuliah yang di ampu oleh dosen yang bergelar Professor itu telah membuat saya cukup mengeluarkan ‘tenaga ekstra’ agar semua koordinasi tetap berjalan. Tidak jarang kata-kata izin terlontar dari sms-sms yang saya kirimkan karena kondisi mendesak yang memaksa saya harus mengurus angkatan kimia 2008 demi kelulusan terhadap kuliah ini. Ya, kuliah ini cukup membuat warna hidup saya berkurang. Namun kurang bijak sepertinya jika saya menyalahkan elemen lain dalam pencapaian terhadap amanah-amanah saya. Sejatinya, semua adalah pilihan yang harus saya ambil dan ternyata memang terkandung banyak pembelajaran di semester ini. Banyak potensi terpendam saya yang tergali (nyanyi, nari, presentasi b.inggris, dll) untuk menjalani 6 bulan pertama di 2011.
Hal yang juga menjadi evaluasi untuk diri saya ialah minimnya intensitas saya  dalam melakukan pendekatan ke staff PSDKM. Hal ini terlihat dari rabid PSDKM yang sangat jarang saya hadiri. Saya hanya bisa hadir ketika mereka latihan menari, PSDMnet, dan forum kadep-deputi saja, yang disana tidak semua staf PSDKM hadir.
Untuk Kastrat sendiri, saya telah cukup mengenal dan dekat dengan para staffnya. Karena memang saya sering ikut rapat bidang mereka sehingga komunikasi lebih terjalan dan silaturahim lebih terjalin.
Nah, untuk evaluasi sikap saya sendiri kurang lebihnya seperti ini :
·         Memiliki jiwa disiplin yang baik.
·         Tegas; sangat menjunjung tinggi hasil musyawarah
·         Semena-mena
·         Kurang bisa memberi kepercayaan kepada orang lain
·         Ngeselin, nyebelin, kurang peka (yang ini kaya’nya udh jd rahasia umum)
2.   Evaluasi Departemen (PSDKM dan Kastrat)
Masih teringat jelas sebuah obrolan pribadi, yang saya berada ditengah-tengah obrolan tersebut, menetapkan dua orang yang selama satu tahun ke depan akan berkoordinasi secara langsung dengan saya. Kedua orang itu adalah Puji Rahayu dan Enung Azizah Mulyawati. Dalam obrolan itu, kelopak mata rasanya tidak sanggup menahan titik-titik air hingga menetes ke bumi *halaaah.. Saat itu kami seperti sudah membuat ketetapan yang “sangat beresiko” (agak lebay). Ya, Kami bertiga; saya, puji, dan enung mengukuhkan diri untuk berada dalam satu bidang, yaitu Kaderisasi dan Politik.
Terkait dengan puji sebagai kadep PSDKM, sebenarnya tidak pernah terpikirkan sebelumnya untuk menjadikan dia sebagai kadep yang namanya sedikit direvisi ini (sebelumnya PSDM). Saya sendiri cenderung memiliki sejarah yang uruk dengan puji rahayu karena pada suatu ketika puji pernah sedikit “ngejutekin” saya. Yaah, itu memang karena saya yang agak kurang ajar sii. Sorry yah puji ^^v. Namun ketika dia melamar sebagai kadep PSDKM, melakukan mekanisme seleksi berkas dan wawancara, saya tetap berusaha professional, mengubur dalam-dalam kejutekannya dimasa lalu. Alhasil, ternyata puji tidak sekeras yang saya kira, terorganisir dengan baik. Bahkan pejuang yang sangat “militant”, diwawancara itu saya baru mengetahui bahwasanya ia slama ini backstreet dengan saya… eh salah, dengan organisasi maksudnya :P,, ia tidak diperbolehkan ikut yang begituan (baca: organisasi) oleh orang tuanya. Nah, sebagai bentuk kedurhakaannya (mirip2 malin kundang nih) ia tetap mengikuti organisasi, bahkan kepanitiaan juga. Smoga nanti puji tenang hidupnya yaah..#ga jelas.hehe..
Okey, back to topic, puji bukan orang yang memiliki pemahaman organisasi yang terbaik sebagai calon kadep saat itu, namun ia memiliki ketahanan yang luar biasa terhadap tantangan-tantangan yang dihadapinya. Saya sedikit banyak tau tentang track recordnya (dr form dan melihat langsung). Hal inilah yang membuat saya memilih puji sebagai Kadep PSDKM. Saat itu saya berpikir, kedepannya bidang ini akan memberikan suatu hal yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, maka dibutuhkan orang yang mudah beradaptasi, open mind, dan total menjalankan amanahnya. Dan itu semua ada dalam diri Puji Rahayu. Pun jikalau memang ada kekurangannya, itu semua bisa di upgrade seiring dengan waktu.
Untuk PSDKM sendiri, diawal, bidang ini telah memberikan warna baru di mipa melalui divisi-divisinya. Lahirnya yang namanya balon artist, artist, klub music, MIPA Training Camp, dan beberapa program lainnya. Konstituen terlihat puas dengan apa yang telah dilakukan oleh PSDKM, hal ini terlihat banyaknya partisipan disetiap acara yang diadakan dan pencapaian yang sudah dilakukan bidang ini (contoh: juara aransemen lagu daerah dsb). Tantangan kedepannya ialah UI Fest, yang membutuhkan dana besar serta kekuatan besar agar kita bisa meraih juara disana. Kemudian program kaderisasi jelang pemira yang konsepnya masih harus dimatangkan lagi. Smoga semua targetan-targetan ini bisa tercapai. Amiiinn
Nah, yang berikutnya adalah Kastrat. Adalah hal yang sangat sulit di fakultas ini untuk membangkitkan jiwa politik dari mahasiswa. Secara praktis, memang hal ini dapat dimaklumi mengingat mahasiswa mipa terkenal dengan praktikum-praktikumnya yang memakan waktu lama, tugas-tugas yang banyak dsb. Namun secara filosofis, sejatinya setiap mahasiswa, darimanapun ia berasal, ia adalah mahasiswa, tidak kurang dan tidak lebih. Artinya, ia adalah orang yang memiliki peran lebih dari elemen lain (non mahasiswa) sebagai control sosisal antara grass root (masyarakat bawah) dengan penguasa. Ia memiliki peran sebagai agen perubah, moral intelektual dan cadangan masa depan. Peran itu semua adalah konsekuensi logis yang secara tidak langsung telah melekat seiring dengan almamater yang ia kenakan. Maka dari itu, adalah beban berat bagi orang-orang yang sadar, untuk menyampaikan kepada yang belum sadar terhadap ini semua.
Enung Azizah mulyawati menjadi salah satu orang yang secara sadar bahwa kesadaran politik memang perlu dibangkitkan dikalangan mahasiswa mipa. Ditengah amanahnya yang banyak, ia memberanikan diri untuk maju sebagai satu-satunya calon Kadep Kastrat. Enung yang saya kenal adalah seorang wanita yang hidupnya lurus, ga mencong2 *like me, punya amanah segudang, memiliki semangat yang membara, namun memiliki jiwa keibuan (cieee elaaah, jgn terbang nung). Track record dia sebelumnya sebagai anggota Barisan MIPA, menjadi satu pertimbangan kuat mengapa saya yakin terhadapnya.
Untuk Kastrat sendiri, bidang ini telah memberikan sinyal positif diawal, mulai dari oprec staf yang lumayan banyak, timbuilding yang lumayan seru, hingga ekskalasi massa aksi yang lumayan massif. Sudah lama sekali saya tidak melihat massa mipa yang datang aksi dalam jumlah besar. Terakhir itu tahun 2008 saat saya menjadi maba. Setelah itu, paling banyak mungkin hanya sepuluh orang. Namun, aksi tolak pembangunan Gedung DPR kemarin telah membangkitkan atmosfer gerakan politik di MIPA, sebanyak kurang lebih 30 orang mahasiswa mipa turun kejalan. Capaian lainnya ialah “Gerakan 1000 mahasiswa MIPA tolak kenaikan harga SP”. Secara tidak langsung, gerakan ini menjadi salah satu dasar pertimbangan kenapa harga SP di MIPA tiap SKSnya tidak naik, padahal saat itu SK-nya sudah sampai di WaRek II. Kedepannya, tantangan besar untuk Kastrat adalah bagaimana departemen ini bisa lebih membumikan isu-isu yang telah disepakati di tingkat UI, aktif dalam sospolnet, lebih solid lagi internalnya. insyaAllah itu semua akan terwujud dengan kerja-kerja mereka.
3.   Evaluasi PI dan BPH secara umum
Ketika seseorang ditunjuk untuk menjadi seorang kadep/kabir/korbid, ia dituntut untuk tidak hanya ekspert dibidangnya saja, namun lebih jauh dari itu, ia harus mampu menjadikan agenda-agenda Organisasi sebagai agendanya, permasalahan-permsalahan Organisasi sebagai masalahnya dan keberhasilan keberhasilan Organisasi sebagai bagian dari keberhasilannya. Jika itu semua belum terinternalisasi kedalam diri setiap PIBPH, maka adalah PeeR besar bagi seorang Pemimpin untuk menginternalisasikan nilai-nilai itu. Karena adalah Pencapaian semu jika semua Proker sukses dilaksanakan namun tidak terdapat kebahagiaan holistik dari orang-orang yang seharusnya menjadi garda terdepan organisasi ini.
           Heeuuh, bahasa gampangnya gni deh : misalkan keilmiahan punya proker besar terus sukses pula, tapi kebahagiaan atas kesuksesan itu hanya dinikmati dan dirasakan ama anak2 keilmiahan dan panitia itu sendiri, bidang yang lain mah biasa-biasa aja, sibuk juga ama prokernya sendiri dan ga ngerasa keberhasilan proker itu juga menjadi keberhasilan mereka juga. Inilah yang dinamakan pencapaian semu.
           Adakah diantara kita yang seperti itu L L????????????? silahkan evaluasi diri kita lagi. Tidak ada kata gagal dalam perjuangan.. J yang ada hanyalah pembelajaran berharga J
4.   Evaluasi pencapaian Visi dan Misi
a)      Visi
BEM FMIPA UI 2011 memiliki visi, yaitu :
                  “Satu Hati Bergerak demi MIPA Berprestasi “
b)      Misi
BEM FMIPA UI 2011 memilki misi, antara lain :
1. Membangun kedekatan antara BEM dan seluruh elemen FMIPA UI.
2. Membangun pergerakan FMIPA UI yang dinamis dan partisipatif
3. Menumbuhkembangkan minat dan potensi mahasiswa demi FMIPA UI Prestatif
Apakah sudah satu hati ? jawaban saya : belum
Apakah sudah bergerak ? jawaban saya : sudah
Apakah sudah berprestasi ? jawaban saya : hmm,, ini lebih cocok di jawab di EAT
C.     Analisis SWOT
1.   Lembaga
S: kualitas pengurus secara umum baik
W: cenderung asik di bidang sendiri
O: keinginan untuk belajar lebih baik lagi
T: kebanggaan yang berlebihan terhadap bidang
2.   Bidang Kapol
S: pengurus yang Fresh, tidak jumud.
W: kurang efektifnya komunikasi internal pengurus
O: banyaknya momentum-momentum yang mampu meningkatkan pencapaian bidang
T: kesibukan pengurus bidang
D.    Saran dan Rekomendasi
Untuk Faldo dan PIBPH secara umum: yuk kita tingkatkan Leadership dan Keterampilan Teknis; ini berguna untuk kedepannya (klo mau ke BEM UI dsb)
Untuk pengurus seluruhnya: kalo rumah anda berantakan, jangan pernah berpikir untuk meninggalkan rumah itu. Tapi bereskanlah, rapihkanlah. Meskipun barang-barang yang tercecer dirumah itu bukan barang pribadi kita, tapi itu masih barang keluarga kita. Apapun yang terjadi pada anda, kita sudah terlanjur dijebloskan menjadi pengurus BEM. Pastikan kita sudah berbuat sesuatu untuk merapihkan BEM kita.
“Ukuran kecerdasan manusia terletak pada kemampuannya untuk berubah.”
Albert Einstein –
Wallahualam…
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s