hikmah insiden kecil di hari minggu.. :)

jikalah memang tidak ada yang kebetulan di dunia ini, lantas, apa yang ingin Tuhan tunjukkan pada kita..

pernahkah anda memiliki pemikiran yang sama dengan orang lain? mungkin pernah, namun, diwaktu yang sama? saya pernah.. apakah ini sebuah kebetulan?? hmm… seseorang berkata pada saya bahwa, tidak ada yang kebetulan di dunia ini. saya tidak membenarkan, juga tidak menyalahkan pendapatnya. saya hanya berpikir, jikalau memang tidak ada yang kebetulan di dunia ini, Apa yang ingin Tuhan tunjukkan dari momentum-momentum yang -terkesan- diluar logika..

memang benar ternyata, tidak ada yang kebetulan di dunia ini. bahkan ketika -dengan ajaib- Tuhan menyamakan pikiran hambanya… untuk menunjukkan bahwa ternyata kita sangat berbeda.

Tuhan menunjukkan kepada saya betapa mudahnya justifikasi dilontarkan. ingatkah ketika peristiwa isra miraj, smua quraisy menjudge bahwa muhammad gila, namun tetap ada abu bakar yang mempercayai muhammad. Andai saya hidup ditengah-tengah mereka, dimana saya… (trimakasih ya rabb).

Tuhan menunjukkan pada saya betapa kurangnya penghargaan saya terhadap apa yang telah orang lain kerjakan untuk membantu saya. jadi ingat betapa besarnya penghargaan yang telah rasul berikan kepada abu bakar ra. dengan memberikan gelar ash-shidiq di belakang namanya. itu semua karena apa yang telah abu bakar berikan kepada rasul.

Tuhan menunjukkan kepada saya betapa uniknya Dia menciptakan sesuatu yang disebut  karakter. terlihat dari perbincangan dan penyikapan kita terhadap suatu masalah. menurut saya, hal itu biasa saja, namun belum tentu menurutnya, belum tentu juga menurut orang lain. terkadang saya lupa saya ini berbicara dengan siapa, bahkan kadang saya lupa kalau ternyata saya belum mengenal lawan bicara saya itu.

Ada yang marah, ada yang kesal.. lagi-lagi itu manusiawi. namun level keimanan kita selayaknya menjadi sebuah label bagi tiap sikap yang menghampiri kita.. maksudnya adalah, jika kita sedang marah kepada seseorang, jadilah orang beriman yang sedang marah , jika kita sedang kesal jadi lah orang beriman yang sedang kesal.. semarah-marahnya orang beriman, sekesal-kesalnya orang beriman, hal itu tidak akan pernah menutupinya dari kebenaran. meski dalam kondisi kesal dan marah pada saudaranya, ia akan tetap menghadirkan wajahnya di tiap rabithah, menyebut namanya ditiap 1/3 malam terakhirnya, memasukkan nomor kontak saudaranya itu ditiap sms2 tausyahnya..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s