Mencoba Bijak Menyikapi Kritikan.. in my Zone..

Beberapa waktu lalu saya pernah ditanya oleh seorang teman via sms. kali ini tentang kritikan dan open mind..  Teman itu bertanya, pandangan saya tentang open mind bagaimana cara agar kita bisa open mind.

hmm..sejujurnya, sebenarnya saya juga bukan orang yang -sejak awal- sudah biasa bersikap open mind.. dari dulu saya mengenal diri saya sebagai orang yang keras, “saklek”, kekeuh,. hanya saja beberapa peristiwa dan tuntutan hidup mampu memaksa diri saya untuk belajar lebih tentang open mind.

Entah mengapa Saya lebih suka berbicara tentang kritik mengkritik.. Mungkin karena buku yang saya baca benyak membahas tentang hal itu. Ketika teman saya bertanya, “apa yang lu lakuin saat ada kritikan yang nyakitin hati??”.. langsung saja pikiran saya melayang ke berbagai buku yang pernah saya baca, dari mulai “menikmati demokrasi karya Anis Matta hingga “99 ideas for happy leader” karya Nana Rukmana

Awal-awal menerima kritikan dari orang lain, dalam kondisi kita tidak terbiasa dengan kritikan, memang sangat sakit. pernah suatu ketika saya tidak bisa tidur nyenyak, tidak nafsu makan, karena sebuah kritikan. Tapi, pun semua itu akan berlalu dan hidup akan terus berlanjut. kita hanya butuh penyikapan terhadap kritikan-kritikan yang diberikan kepada kita.

segera saja saya membalas sms nya tentang penyikapan terhadap kritikan
1. Kita tetap harus  positive thinking. Yakinlah bahwa setiap orang yang mengkritik kita, apapun bunyi kritikannya, niscaya mereka hanya bermaksud baik. Kalaupun ternyata kita merasa orang yang mengkritik kita bukan untuk bermaksud baik, anggap saja, atau buatlah diri kita berpikir bahwa maksud mereka baik.

2. Jangan pernah secara langsung menolak kritikan, bahkan dari orang yang tidak kita kenal dan tidak mengenal kita. Biarkan diri kita menerima terlebih dahulu kritikan itu, renungkan, jika perlu tanyalah pada sahabat terdekat (sebagai referensi, bukan pembenaran terhadap diri). JIka ternyata kritikan yang dilontarkan itu benar adanya, maka berterimakasihlah kepada orang yang telah mengkritik karena ternyata Tuhan telah memberikan teguran ataupun rasa “cinta”nya kepada kita melalui orang yang mengkritik kita. Namun jika ternyata kritikan yang dilontarkan tidak benar, maka tetaplah berterimakasih pada orang tersebut karena ia telah peduli terhadap kita meskipun ia salah dalam memahami diri kita (mungkin ini yang disebut open mind)

3. kalo yang ini merupakan nasehat seorang adik angkatan kepada saya. ia mengatakan bahwa, kita bisa berdiri, bahkan melompat lebih tinggi, dari batu-batu yang telah dilemparkan kepada kita.

benar saja, toh saya bisa menulis ini semua karena banyaknya kritikan dari orang lain…
#20.30 di tengah tugas lain yang malas di kerjakan..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s