A- untuk kuliah metabolisme (pandangan pribadi in my zone)

Agak bingung harus memulai tulisan ini dari mana, karena memang saya sudah mengawali wacana nya ketika kuliah yang bernama metabolisme ini belum di mulai,.
-hidup ini terlalu datar untuk dilalui tanpa tantangan-

Tidak dapat di pungkiri, inilah kuliah yang cukup menyita perhatian berbagai angkatan.. Junior saya 2010 mengatakan pada saya “ka reza skarang kliatan agak beda yah,, klo dulu jarang keliatan belajar. skarang kemana-mana slalu bawa buku,, trus belajar melulu..”. ya ya,, kuliah ini cukup menyita waktu, tenaga dan pikiran saya. metode yang di ajarkan memang berbeda dengan metode yang lain dari metode biasanya. Dalam salah satu komponen penilaiannya, terdapat komponen “Power of love”. Dulu pada angkatan sebelum kami, nama komponen ini adalah “Usman Power” (Dosen ini biasa disapa Prof. Usman). Perubahan nama ini bukan tanpa sejarah..

Kata Power of love ini bermula dari sepucuk surat yang berisi aksi protes kami sebelum memasuki perkuliahan kepada pihak Departemen terkait dengan metode yang slama ini di terapkan oleh Prof. Terlalu Kontroversial untuk membahas isi surat ini. Saya hanya bisa berucap trima kasih kpada Bapak saya, Ketua Departemen tercinta yang telah terbuka dengan masukan dari kami.. singkat cerita, Prof menyebut surat yang kami ajukan sebagai “surat cinta”. Entah mengapa, mungkin bliau menganggap surat tersebut merupakan bentuk kecintaan mahasiswa kepada bliau, atau surat itu membuat bliau tidak bisa tidur (persis sperti orang yang sedang jatuh cinta^^). nah, menurut pengamatan saya, power of love ini merupakan sebuah balasan dari surat cinta yang kami berikan. yang pasti, power of love ini tidak untuk menurunkan nilai mahasiswa, beliau bebas memberikan kadar cinta nya kepada yang dikehendaki dari 0%-sekian % (tergantung kesepakatan kita dengan bliau).
akhirnya, dimulailah perjalanan kami menghadapi perkuliahan yang “full of pressure” ini setelah di adakan pretest pada minggu sblmnya.. Tindakan pertama yang dilakukan oleh Prof adalah mengeluarkan seorang mahasiswa laki2 yang rambutnya panjang kriting..
wewewewew..mantabs, kemudian dilanjutkan dengan pembicaraan yang panjang mengenai berbagai hal (surat cinta sesekali di sebut), sampai lah pada saya yang ditunjuk harus memberikan komentar tentang perkuliahan ini.. komentar saya klo tidak salah, ” buktikan lah pada kami, maka kami pun akan berusaha untuk memberikan yang terbaik”.
di pertemuan berikutnya,, cukup tidak menyangka, berkali kali nama saya disebut hampir di setiap beliau mengakhiri kalimatnya.. “bla bla bla bla …. ya reza?” “bla bla bla bla….. ya reza?”, begitu seterusnya sambil melihat wajah saya.Jika saya setuju, saya akan mengangguk, jika tidak? saya belum cukup memiliki keberanian saat itu untuk mengkritisi, so, saya cukup diam tanpa anggukan kepala.. haha, is this the pressure?? mungkin saja, tapi saya cukup menikmatinya
pertemuan demi pertemuan dilalui.. metode perkuliahan PBL mengharuskan kita aktif berpendapat. oh ya, saya lupa mnyampaikan bahwa kuliah ini menggunakan bahasa inggris, n you know what? saya tidak mahir berbahasa inggris,,itulah mengapa saya agak khawatir dalam berpendapat di kelas, plus pemahaman saya cukup minim mengenai materi yang sangat rumit dan banyaaaakkk. sekedar info saja, dalam satu pertemuan, kami menyelesaikan 1pokok bahasan. jadi sebenarnya dalam waktu sebulan kuliah ini sudah bisa selesai materinya..
suatu ketika, Prof mengatakan di depan kelas bahwa syahreza sedang jatuh cinta.. indikasi nya adalah, saya ini memiliki leadership yang baik, namun di dalam peer group, saya tidak menunjukkan leadership saya, justru para wanita yang dominan… huff, mungkin di tulisan inilah saya bisa mengatakan bahwa; saya tidak dominan karena memang saya tidak terlalu paham tentang materinya, plus tidak mengerti bagaimana mnyampaikannya dalam bhs inggris.. terkait dengan apakah saat itu saya sedang jatuh cinta, hahaha bisa jadi.. namun saya lebih suka mem-bangun cinta di bandingkan jatuh cinta. (ngeles aah)..
Di kuliah ini, kami juga memiliki proyek angkatan, yaitu mengadakan public lecture mengundang dosen dari salah satu Universitas di Malaysia. Dosen ini,  dulu kuliah di UI dan pernah menjadi anak bimbingan dari Prof… Proyek ini juga secara tidak langsung masuk dalam komponen penilaian. tidak sekedar kuliah umum, kami juga menampilkan hiburan berupa  vocal grup..haha, yah, tentu sy masuk dalam tim vocal grup, plus pake koreo juga lagi..mantab memang teman saya yg jadi sutradaranya…
Slain itu, ada juga presentasi kelompok yang mengharuskan perwakilan tiap kelompok mempresentasikan materinya dalam bahasa inggris.. weleh weleh, cucah lah yaa… tidak hanya itu, orang yang presentasi biasanya di tentukan langsung oleh prof si hari H (namun pada tahun ini, ada yang di tunjuk langsung, ada yang di bebaskan menentukan sendiri). Beliau kembali memberikan pressure pada kelompok saya, ia mengganti materi yang akan kami presentasikan dengan materi yang baru, beliau yang menentukan sendiri materi tersebut. kami diharuskan mempersiapkan lagi presentasi kami dalam waktu yang singkat.. hahaha, lagi2 saya menikmatinya, apalagi materi yang bliau berikan cukup catchy untuk d bahas, yaitu tentang ulat bulu. Segeralah kelompok kami mencari literatur dan konsep presentasi.. dan, kelompok kami sepakat bahwa peluang saya untuk ditunjuk menjadi presentator cukup besar, so, saya harus d persiapkan untuk bisa menguasai materi dan menjadi presentator agar dapat tampil maksimal… dan ternyata.. eng ing eng.. kelompok kami di bebaskan untuk menentukan siapa yang mempresentasikan materi ulat bulu ini.. ya sudah, saya lah yang maju sebagai presentator.. dengan bahasa inggris yang pas pasan n gaya sok sok nrainer(baca sok kaya trainer), saya maju mempresentasikan materi kami. dan akhirnya, semua berjalan lancar walaupun agak grogi juga sii..puasssslah pokoknya dah berusaha maksimal ngasi yang terbaikk..
Ada momen lagi yang menggelitik saya yaitu ketika nilai uts yang di anggap “kurang”, di kembalikan ke mahasiswa yang bersangkutan. Tidak hanya itu, kami juga harus memberi komentar terhadap hasil ujian tersebut plus orang tua kami juga harus memberi surat keterangan bahwa sudah melihat hasil ujian anaknya. haha, bisa di tebaklah, saya termasuk mahasiswa yang ujiannya dibagikan.. tapi, saya heran ternyata saya mendapat nilai 51, sebuah nilai yang menurut saya sudah melebihi target (targetnya 40 aja, haha)..ya sudah lah, saya beri komentar, saya ceritakan ke orang tua saya, saya berikan hasil ujian tersebut kepada ibu saya, dan …. ibu saya tidak bisa membacanya, knp? 1. karena ternyata, jawaban UTS harus menggunakan bhs inggris (ibu saya seneng, anaknya bisa jawab pke bhs inggris, wlwpun scorenya cuma 51). 2. karena tulisan saya emang kurang bagus sii..:). Akhirnya, ibu saya menulis surat dan menandatangani surat tersebut sebagai bukti telah melihat hasil ujian anaknya… Ternyata, di akhir kuliah prof mengatakan bahwa nilai UTS saya dan Hadi(ketua angkatan kami) sebenarnya diatas rata2, bliau hanya ingin memberikan pressure lebih pada kami berdua.. hoho.. UAS pun dilalui dengan lancar, nlai rata2 kelas kami naik dibandingkan dengan UTS
sampailah kami pada saat kami harus meraih The Power of Love, kesepakatan kami komponen ini sebesar 20%. sebelumnya, nilai kami secara tidak langsung sudah di tunjukkan tanpa komponen love, ada yang nilainya D, C-, C,C+, dan B-. saya termasuk dalam golongan C+. untuk meraih “cinta” nya prof, kami harus menemuinya dan menghabiskan waktu bersama dengannya.. angkatan kami dipecah menjadi 2 kelompok kelompok jumat dengan hadi sebagai Koorlap nya, dan kelompok sabtu dengan saya sebagai Koorlapnya. setiap kelompok terdiri dari sekitar 35orang. Pergilah kami ke Botani Square, disana kami menghabiskan waktu bersama Prof (setelah bliau fitness).. akhirnnya kami (angkatan dan Prof) sepakat untuk ujian nonformal (main tapi ujian, haha).. pergilah kami ke tempat karaoke, disana kami menyanyikan berbagai lagu. score lagu tersebut menjadi salah satu indikator love yang akan diberikan..
beragam lagu dinyanyikan,, dari lagu daerah-lissoi, prahu layar-, lagu yang membuat menangis-bunda-, lagu2 barat-insomnia- lagu nya ank2 vocal group -that’s the way it is-, lagu dangdut-kopi dangdut-, lagu2 Melayu-gerimis mengundang, C.I.N.T.A- dan lagu2 lainnya.. heaaah, saya pun menyanyi lagu de bagindas (C.I.N.T.A) dan exist(grimis mngundang),, hha, #ngga lagi deh..
Berakhirlah acara hari ini dengan nasehat2 dari prof dan foto bersama skitar pukul 4sore. Tidak disangka, ternyata Prof mengatakan bahwa kelas kami LULUS 100% tanpa terkecuali. semuanya senang dan bersyukur.. Malamnya, perlahan2 nilai kami keluar di iringi dengan foto2 kegiatan kami siang tadi.. smua teman2 bersyukur, nilainya naik, yang tadinya tidak lulus, menjadi lulus, yang tadinya lulus, smakin tinggi nilainya.. Smua bergantung pada kadar The Power of Love yang diberikan… sesuai kesepakatan, kadar tersebut adalah otoritas beliau..
Tidak lama sampai dirumah, hadi meng-sms saya, menanyakan berapa nilai yang saya peroleh. saya bisa menebak jika hadi sms seperti itu, berarti itu pertanda baik.. memang slama ini nilai kami tidak jauh berbeda, UTS kami hanya selisih bbrp point dan UAS kami sama (belajarnya bareng2 juga sii).. Benar saja, ia mendapat nilai A-, dan ternyata, ketika saya melihat nilai saya dan saya tnya hadi lagi (kurang paham penghitungan nilainya), ternyata nilai saya A- juga.. wah wah.. Prof memberikan semua kadar Power of Love nya kepada saya.. Alhamdulillah…
Sampai di situlah pengalaman saya mengenai kuliah ini, ada beberapa point yang bisa diambil pelajaran:
1. Orang yang berbeda belum tentu menjadi pemenang, namun seorang pemenang pasti berbeda (great job class of 2008)
2. Ada yang bilang angkatan ini adalah angkatan manja yang tidak mau mengikuti kuliah prof. Logika seperti ini adalah logika yang terbalik. karena, angkatan ini adalah angkatan yang paling berani menyampaikan pendapatnya, bahkan secara prosedural kepada seorang Guru Besar.
3. Terlepas benar atau salah metode ini yang diterapkan, momentum ini telah mampu mendekatkan saya dengan Dosen-dosen, teman-teman yang lain serta karyawan Fakultas
4. Saya melihat ada sisi dari Dosen ybs yang berubah, salah satunya adalah bliau menjadi lebih demokratis terhadap sebuah pendapat.
Jika ditanya, apakah saya ingin lagi mengikuti kuliah seperti ini… maka jawaban saya: haha, No thanks.
Advertisements

3 thoughts on “A- untuk kuliah metabolisme (pandangan pribadi in my zone)

  1. Untuk poin no.2 Reza..

    Hati2 dg kalimat tersebut (“angkatan ini adalah angkatan yang paling berani menyampaikan pendapatnya”).. Terlepas dari keberanian yg telah dilakukan dahulu dg mengirim surat cinta sebelum kuliah,, beberapa pihak memandang hal tersebut sebagai tindakan yg kurang pantas bila dilihat dari etika.. Ibarat kata,,”Sebelum masuk rumah dan melihat isinya,, Eja dkk sudah menyatakan ketakutan dan protes yg kemudian disebarkan kepada orang lain..” Padahal masuk rumah saja belum,, tetapi sudah berani protes.. Bagaimana seandainya Eja dkk menghadapi situasi seperti yg dialami oleh yg punya rumah.. Itu saja masukkan dari kami.. Perjuangan dari kelas Metabol itu belum sepenuhnya usai.. Ujian yg sesungguhnya baru dimulai setelah semester 6 dan bahkan setelah lulus kuliah..

    Semoga pelajaran yg diperoleh semasa kuliah kemarin dapat berguna di masa yg akan datang..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s