ini tentang sudut pandang dan menyikapinya…

Terkadang kebanyakan dari kita -termasuk saya mungkin- melihat menilai berbagai bentuk peristiwa hanya dari satu sudut pandang, yaitu sudut pandang pribadi saja. kemudian kita menceritakan kejadian atau peristiwa yang kita alami itu kepada orang lain -lagi2- sesuai dengan versi kita saja. bisa jadi itu adalah hal yang wajar, mengapa? karena memang kita diciptakan sebagai orang yang punya satu sudut pandang. tapi kemudian, jika seperti itu, akan banyak vonis yang keluar dari diri kita kepada orang lain padahal belum tentu itu benar. jelas belum tentu benar karena kita menilai/memvonis orang lain berdasarkan 1 sudut pandang yaitu sudut pandang pribadi. emosi kita, ego kita, logika-perasaan kita bercampur sedemikian rupa menghasilkan sebuah opini atau penilaian yang kita sebut sebagai sudut pandang pribadi. itulah mengapa sudut pandang pribadi bersifat subjektif.
tidak hanya menilai, namun setiap orang berprilaku, dan memperlakukan orang lain juga biasanya berdasarkan sudut pandangnya yang terakumulasi dari berjuta pengalaman dan teori hidup yang telah ia dapatkan.
yang ingin saya katakan adalah; meski hal itu terkadang tak bisa dihindari, namun kita tidak bisa menilai orang lain hanya berdasarkan sudut pandang pribadi kita saja.

betapa menyedihkan ketika orang yang sebenarnya peduli dengan kita melakukan suatu hal yang diluar lingkaran kebenaran dalam diri kita, kemudian kita menganggapnya melakukan kesalahan yang besar sehingga sudut pandang pribadi kita tidak bisa memberikan ruang berpikir untuk kita mengambil sisi lain yang sebenarnya -sangat- baik, hanya saja ia tidak hadir dalam lintasan pikiran kita.
banyak orang yang tersiksa oleh pikirannya sendiri karena apa yang orang lain katakan padanya. padahal belum tentu apa yang orang katakan pada kita adalah sesuatu yang salah atau benar.

itulah mengapa terlahir sebuah kata “open mind”.. kata itu mungkin bisa menjadi penawar bagi kita yang hanya berpikir berdasarkan apa yang kita anggap benar. dengan open mind, kita bisa menyadari bahwa setiap orang memiliki cara pandang yang berbeda-beda. kita tidak bisa memvonis orang lain seenaknya karena kita belum tau sudut pandang dan cara berpikirnya.

dengan “open mind” kita bisa mencoba menilai berbagai hal dari berbagai sudut pandang, sehingga kita bisa memberikan toleransi-toleransi atau pengertian terhadap apa yang orang lain lakukan terhadap kita. Mengerti mengapa orang itu begitu -terkesan- benci atau bahkan sayang dengan kita. kita bisa menerima segala bentuk kritikan yang hadir menghiasi hidup kita karena kita menyadari sejatinya orang lain memiliki cara berpikir yang berbeda-beda. kita lah yang seharusnya dengan bijak menyikapi berbagai penilaian orang lain terhadap sesuatu atau terhadap kita.

terima kasih atas peristiwa yang telah Engkau berikan melaluinya…ini tentang bagaimana membuat kemasan yang baik agar tiap orang bisa menerima kepahitannya dengan hati yang manis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s