tulisan singkat unt beasw..


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;}

Social Enterpreneur Muda untuk Indonesia
Social Enterpreneur atau biasa disebut pengusaha sosial merupakan wirausaha yang didasari oleh kesadaran seseorang terhadap kondisi lingkungan sekitar yang dirasa memprihatinkan terutama dari segi perekonomian. Social enterpreneur tidak memprioritaskan laba yang besar seperti bisnis kebanyakan. Social enterpreneur lebih fokus kepada bagaimana caranya mengembangkan suatu masyarakat dengan cara atau metode enterpreneurship.
Para pengusaha sosial bukan orang yang berorientasi pada hasil. Mereka memahami bahwa berkontribusi pada ranah sosial memang bukan hal yang bisa dilakukan secara instan melainkan membutuhkan waktu dan proses yang panjang. Hasil yang terlihatpun bukan berupa keuntungan secara materi tetapi bagaimana suatu masyarakat benar-benar dapat merasakan efek positif dari wirausaha yang mereka geluti.
Paul C Light mengamati berbagai definisi yang ada pengusaha sosial dan memberikan definisi yang luas yang menganggap bahwa pengusaha sosial adalah individu, kelompok, jaringan, organisasi atau aliansi. Tapi berupaya secara berkelanjutan melalui ide-ide yang berbeda untuk mengatasi masalah-masalah sosial yang signifikan. Dalam social enterpreneur, berbagai macam ilmu dan cara bisa kita terapkan guna membangun suatu masyarakat. Pertama, kita bisa menganalisis kebutuhan masyarakat tersebut. Kita dapat mengetahui apa yang mereka butuhkan dalam mengembangkan kehidupan baik secara individu maupun bermasyarakat. Kedua, kita harus menganalisis potensi yang ada pada masyarakat dan tempat tinggal mereka. Hal ini jelas membutuhkan kajian yang mendalam agar apa yang telah kita coba gagas benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat di tempat tersebut.
Keberhasilan dari wirausaha sosial biasanya ditentukan dari acceptabilitas masyarakat terhadap ide atau gagasan yang kita tawarkan kepada mereka. Kita harus meyakini bahwa gagasan tersebut bisa menjawab permasalahan mereka. Maka dari itu, pengusaha sosial pun harus paham tentang resiko dari gagasan yang akan mereka implementasikan  dan mampu mengelola resiko tersebut dengan baik.
Para pemuda di indonesia sejatinya harus memiliki gagasan-gagasan yang baik tentang bagaimana mengelola suatu masyarakat dengan ilmu yang mereka miliki.  Tentu saja gagasan yang diajukan bisa berkaitan dengan bidang yang dipelajari oleh para pemuda tersebut seperti kesehatan,  sains, dan lain sebagainya untuk membangkitkan perekonomian masyarakat.
Kondisi masyarakat yang bisa kita jadikan wirausaha sosial biasanya menyangkut kebutuhan dasar seperti kesehatan. Para pengusaha sosial yang bergerak di bidang kesehatan seharusnya bisa melihat ini sebagai peluang untuk berkontribusi lebih banyak di masyarakat tersebut. Pengusaha sosial bisa membuka jasa kesehatan seperti klinik hemat sebagai tempat masyarakat untuk memeriksa kesehatan mereka serta mengkonsumsi obat atas sakit yang mereka derita. Dengan begitu masyarakat tidak perlu lagi khawatir dengan biaya kesehatan yang tinggi ataupun akses rumah sakit yang sulit terjangkau.
Di bidang sains dan teknologi, pengusaha sosial  di bidang sains dan teknologi dapat membuat inovasi-inovasi yang sesuai dengan sumber daya yang ada pada suatu masyarakat. Misal, jika mata pencaharian sebagian besar masyarakat di suatu desa adalah petani singkong, pengusaha sosial di bidang sains dan teknologi bisa memanfaatkan singkong tersebut untuk dijadikan bioethanol dan di jual di pasaran dengan harga yang tinggi, bahkan bisa di ekspor ke luar negeri. Disamping mengelola hewan ternak, kita dapat  memanfaatkan kotoran hewan tersebut untuk proses pembuatan pupuk. Atau seperti yang pernah di gagas oleh salah seorang profesor dari UGM tentang pembudidayaan kelapa. Pemanfaatan kelapa untuk menjawab permasalahan masyarakat dapat dilakukan dengan memanfaatkan setiap organ dari kelapa itu sendiri. Tempurung kelapa dapat kita gunakan untuk membuat souvenir-souvenir alat tulis, sabut kelapa bisa kita manfaatkan untuk bahan pembuat jok mobil, air kelapa bisa kita manfaatkan untuk membuat nata de coco dan dagingnya bisa kita jadikan bahan untuk membuat minyak. Dengan begitu masyarakat bisa mendapatkan mata pencaharian di tengah banyaknya pengangguran saat ini.
Untuk pendidikan anak-anak, sebaiknya aspek ini juga harus diperhatikan oleh para pengusaha sosial. Betapa tidak, pendidikan anak-anak merupakan hal yang sangat urgen untuk kelangsungan hidup mereka kedepannya, tidak selamanya mereka bisa hidup dengan melanjutkan pekerjaan orang tua seperti bertani ataupun berkebun. Pengusaha sosial harus memberantas keterbelakangan pendidikan melalui pengenalan terhadap perangkat pendidikan yang baru seperti komputer dan laptop, pola pengajaran yang menyenangkan agar ilmu pengetahuan bisa mereka serap dengan mudah tanpa merasa bosan.  Begitu pula dengan guru yang mengajar di desa atau pedalaman. Biasanya, guru yang mengajar tidak memiliki cita-cita yang luhur terhadap apa yang mereka lakukan. Mereka melakukan kegiatan mengajar hanya sebagai pengisi waktu dan mencari uang saja. Maka, pengusaha sosial bisa mencari cara untuk membangkitkan minat dan idelisme mengajar para guru. Hal tersebut bisa dilakukan dengan memberikan training dari trainer handal, membuka ruang diskusi antara kepala sekolah, guru dan para mahasiswa tentang pentingnya ilmu pendidikan.
Jadi, social enterpreneur atau pengusaha sosial memang merupakan sebuah alternatif yang mampu membangkitkan perekonomian bagi Indonesia. Dengan misi sosial yang luhur dan gagasan-gagasan yang sesuai dengan kondisi masyarakat, pengusaha sosial dapat menjadi fenomena yang menarik dan bermanfaat untuk masyarakat Indonesia.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s